Assalammualaikum wr. wb ,
Sahabat Islam yang dirahmati Allah,
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 1-3)
Untuk apa waktu 24 jam kita ?, mari kita hitung bersama-sama.
Untuk ibadah 4 jam ? Tidur 7 jam ?Bekerja/Sekolah 8 jam ?, sisanya kita anggap untuk bermain,Yaitu 5 jam. Akankah dengan konversi waktu seperti itu kita akan termasuk orang-orang yang beruntung ?
Padahal belum tentu, ikhwan/akhwat sekalian.
Lanjutan ayat di atas ada kata 'orang-orang yang beriman'. Mengapa demikian ?.....mengapa bukan beramal salih dahulu ?atau saling menasihati dalam kebenaran ?
Karena beriman adalah landasan awal dari segala amalan-amalan yang kita lakukan agar diridhoi oleh-Nya. Jika iman kita salah, maka amalan kita pun tidak bernilai dihadapan Allah SWT.
Sesungguhnya penilaian iman itu dinilai oleh siapa sih ??? Allah atau manusia ???
Tentu saja atas penilaian Allah, yang merajai seluruh alam semesta dan sebagai sang pencipta kita.
Bagaimana iman yang sesuai dengan versi Allah ???, jawabannya ada di Al-Hujurat ayat 15, yaitu :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ
وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ
وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang
percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak
ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka
pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar."Ketika hal itu hanya sampai taraf membaca saja belum dikatakan beriman. Tapi setelah kita lalui taraf membaca,mempercayai, mentadaburi, mengamalkan, dan memperjuangkan. Maka itu sudah bisa katakan sebagai orang-orang yang benar imannya.
Dengan keimanan yang demikian, insya Allah segala amalan serta aktivitas kita akan terjaga dengan batasan-batasan yang sesuai dengan koridor keimanan yang benar. Dan kelak kita mampu pertanggung jawabkannya dihadapan Allah kelak.
Dalam Al-Qur'an terdapat banyak ayat-ayat yang membahas tentang iman, dan apapun ayatnya pasti akan mengacu kepada keimanan yang demikian.
Jika itu ada kurangnya dari saya selaku manusia biasa, dan jika lebih itu datangnya dari Allat SWT.
Wassalammualaikum wr. wb.






0 komentar:
Posting Komentar