SISTEM
Ketika kita membicarakan sebuah kesejahteraan negara maka hal tersebut akan mengerucut kepada 2 hal, yaitu sistem dan pemimpin.
Dalam sharing kali ini saya akan mulai dengan 2 ayat :
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم
بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم
بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan
bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari
langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka
Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96).
يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ
بِإِمَامِهِمْ ۖفَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ
يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan
pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan
kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak
dianiaya sedikitpun. (QS. Al Isra': 71)
Indonesia dengan kekayaan yang begitu luar biasanya, berita terbaru adalah
"Inilah 7 sumber "Kejar setoran" baru pemerintah agar tercapai target pajak".
Judul berita yang membuat kita tercengang dengan tanda tanya besar . Bagaimana ??..salah satu cara yang menggelitik dengan memotong pajak pada disetiap warga negara yang berbelanja di atas 250rb dikenai materai 3rb. Dengan hal itu maka akan menambah beban ekonomi rakyat menengah ke bawah.
Dalam sebuah novel yang berjudul Untold Story Pangeran Diponegoro menjelaskan bahwa ada aspek penting yang harus manusia bangun dalam menjalankan islam. Apsek tersebut adalah sebuah aqidah, lantas apa hubungannya dengan pajak ?. Pajak dahulunya adalah sumber pendapatan sampingan yang secara tidak langsung adalah menghasilkan uang untuk negara, tetapi jika kita pahami dengan berbagai macam sumber daya alam yang dimiliki negara saat ini, maka apakah negara masih patut memungut pajak dari rakyat ?!.
Pemerintah secara tidak langsung mengajari masyarakat untuk bersyukur ??bersyukur kalau diperdaya?!kita kembalikan dengan kejayaan islam sewaktu penaklukan Palestine. Di pimpin oleh pemimpin sederhana dengan baju yang penuh jahitan. Ya ! , Indonesia butuh pemimpin seperti itu. Denga masyarakat yang demikian pula. Segala hal diselesaikan dengan musyawarah + tanpa menghabiskan dana rakyat sekian milyar.
Al A'raf ayat 96 sudah tergambar jelas bahwa keadaan sekarang berseberangan dengan ayat tersebut. Namun kita bisa bangun dengan masing-masing individu. Caranya ??? , yaitu membangun generasi berilmu dan beriman.
...
0 komentar:
Posting Komentar